nonton 2012
5 hari yang lalu saya nonton film 2012. Ceritanya sederhana khas action hollywood. Si ‘jagoan’ selalu lolos dari kematian, dan cerita berujung pada penyelamatan besar-besaran umat manusia dari banjir besar persis seperti kisah Nabi Nuh. Animasi dan special effect yang digunakan untuk mendiskripsikan bencana besar cukup lumayan, detail dan realistis seperti film keren Transformers. Selebihnya happy ending, walau bumi jadi banjir separuh. Namun saya tergoda untuk ikut-ikutan berkomentar tentang kontroversinya. Yah, nulis uneg-uneg dikit ketimbang nganggur di hari libur :).
Film ini-kita semua sudah tahu- menjadi kontroversial dan menuai protes dari sebagian kalangan. Bahkan menurut harian Jawa Pos edisi 18 november 2009, MUI Malang mengharamkannya. Sedangkan MUI Situbondo melakukan ‘sidak’ ke warnet-warnet dengan alasan bahwa film tersebut bisa merongrong keimanan. Di televisi seorang tokoh “yang sungkan saya sebutkan namanya” pun wanti-wanti dan tegas mengatakan “jangan percaya film itu..tak ada kiamat di 2012″.
Kenapa begitu serius menyikapi sebuah film fiksi? Bukankah film tersebut tak gamblang menyatakan bahwa itu film tentang kiamat. Tapi sebuah bencana besar-besaran yang tidak serta merta dianggap sebagai kehancuran total atau kiamat (makanya di tonton dulu). Tak ada penafsiran kitab suci secara seenaknya di sana. Tak ada yang menyebut-nyebut atau mengait-ngaitkan dengan salah satu keyakinan agama tertentu di sana. Di akhir film sendiri umat manusia yang tersisa masih melanjutkan kelangsungan hidupnya di dunia. Namanya juga fiksi.
‘Biang kerok’ 2012 sebenarnya berasal dari kalender suku Maya yang menurut para ahli perhitungannya berakhir pada ‘angka cantik’ 20122012 (20 Desember 2012). Namun para ahli dari badan antariksa Amerika Serikat mengatakan bahwa setelah itu masa sebenarnya tidaklah berakhir, tapi dimulai dari angka satu lagi. Dan juga sebenarnya suku Maya sendiri – menurut Susan Milbrath, kepala bagian seni dan arkeologi Amerika Latin di Museum Florida, tidak menyebutkan dunia bakal berakhir di perhitungan terakhir kalendernya.
Jadi sebenarnya yang mebuatnya muncul kepermukaan adalah ramalan para peramal dan orang-orang yang meyakininya. Dan prediksi mereka tentang kiamat pun bermacam-macam dan umumnya berangka cantik. 9-9-1999, 1-1-2000, 10-10-2010, 20-12-2012….bagus untuk no hp sepertinya. Beberapa yang sudah lewat telah terbukti keliru sedangkan kedepan kita tak pernah tahu.
Banyak pula teori-teori palsu yang didramatisir yang kemudian disanggah oleh NASA. Diantaranya adanya planet Nibiru yang katanya akan mendekati bumi dan membuat bencana di 2012 (tempointeraktif.com). Jika benar ada dan bergerak menuju bumi pada 2012, maka astronom akan bisa melacaknya setidaknya sejak 10 tahun lalu dan sekarang sudah bisa terlihat dengan mata telanjang,” kata mereka.
Jika dilihat dalam eskatologi agama-agama samawi seperti Islam atau Kristen, ‘hari H’ kiamat tak ada seorangpun yang mengetahui. Bahkan dalam islam Rasulullah pun tidak mengetahui kapan tepatnya akan terjadi kiamat karena hal tersebut adalah perkara gaib dan menjadi kekhususan Allah yang mengetahuinya.
Mengharamkan dan melakukan ‘sidak’ ke warnet-warnet terhadap film 2012 mungkin sebuah bentuk keresahan yang sebenarnya bermaksud baik, tapi juga agak-agak lebay. Ketua MUI Jabar KH Hafiz mempunyai pendapat yg berbeda. Ia menyatakan prihatin dengan mencuatnya kontroversi mengenai film 2012. Menurut dia tidak ada yang perlu diributkan dari film ini karena seperti karya seni komersial lain. 2012 bukanlah mengedepankan fakta, tapi fiksi” kata beliau.
Putu Setia dalam kolom cari angin di tempointeraktif.com mencoba menyentil kita:
“Di masa lalu, ketika tempat ibadah sedikit tapi umat religius, setiap orang seperti diajak berlomba dalam kebajikan begitu kelar menonton “drama” tentang kiamat. Orang berseru: “Ya Tuhan, ampuni hamba, jauhkan hamba dari dosa sebelum hari itu tiba.” Kini, ketika rekaan datangnya kiamat difilmkan, orang berlomba bilang: jangan percaya.
Berkata tidak percaya kalau di 2012 akan terjadi kiamat menurut saya sama sotoynya (sotoy = sok tau) dengan berkata percaya kalau kiamat terjadi di 2012. Darimana pula kita tahu kalau di 2012 tidak akan terjadi kiamat? Bisa saja kalau Tuhan pengen.
Tapi apapun kontroversinya, yang menonton tetap saja sampai jutaan orang di seluruh dunia. Pelarangan pada akhirnya menumbuhkan rasa penasaran. Mungkin juga karena lebih banyak yang menyadari bahwa ini hanyalah sebuah hiburan. Tidak lebih. Don’t be too sirious-lah. Serius menikmati aja lebih asik kayaknya.


No trackbacks yet.